Gedung Pernikahan di Jakarta

Mencari Gedung

Seperti yang saya jelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa langkah pertama dalam menyiapkan pesta pernikahan adalah menentukan gedung.

Alasannya adalah:

  1. Gedung biasanya sudah banyak di-booking orang jauh-jauh hari. Memilih gedung segera dapat menghindarkan dari potensi tanggal yang diinginkan sudah diambil orang lain.
  2. Jika sudah ada gambaran atau hitungan jumlah undangan atau orang yang akan datang, maka sudah bisa menentukan kapasitas gedung yang dicari.
  3. Biasanya saat datang ke vendor catering, mereka akan tanya rencana gedung apa. Karena akan berkaitan dengan penawaran harga mereka.

Berdasarkan alasan tersebutlah saya dan Ndut pergi keliling Jakarta untuk melihat gedung yang berpotensi menjadi tempat pernikahan kami.

Eits, gak sekeliling Jakarta juga sih. Dari awal kita sudah browsing gedung-gedung di area tengah Jakarta untuk memudahkan tamu undangan menghadiri acara kami. Tidak perlu banyak-banyak, kami hanya membuat list sebanyak 4-5 gedung yang akan kami datangi.

Gedung pertama yang kami datangi adalah Gedung Pernikahan Pacuan Kuda Pulomas. Saya memasukkan gedung ini ke dalam list karena ingat dulu teman pernah mengadakan acara pernikahan di sini. Dan yang saya suka adalah ada ruangan yang bisa di extend sehingga tamu tidak merasa sempit.

Yang baru saya tahu setelah datang ke lokasi adalah ternyata gedung ini sedang direnovasi. Saya tidak tahu jelas apakah sementara direnovasi atau memang nantinya tidak akan ada gedung pernikahan lagi.

Karena asumsi saya projek renovasi akan lama, maka saya coret gedung ini dari list.

Gedung kedua yang kami datangi adalah Graha Mandiri yang berada di Jalan Imam Bonjol.

Lagi-lagi memasukkan gedung ini ke dalam list karena memang pernah datang ke acara pernikahan yang diadakan di gedung ini. Lagipula lokasinya yang di pusat kota akan sangat memudahkan tamu.

Entah sedang tidak beruntung atau apa, lagi-lagi kami tidak berhasil menemui marketer-nya. Saya hanya mendapatkan informasi bahwa marketing-nya adalah Ibu Dewi dan berhasil mendapatkan nomor kontaknya.

Begitu saya telpon tidak diangkat, lalu saya sms. Ternyata dibalas dan menginformasikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak masuk.

Saya sempat tanya soal availability tanggal yang saya mau, dan ternyata masih kosong. Ibu Dewi juga sempat menawarkan paket pernikahan, tapi saya kurang tertarik. Jadilah kami langsung pergi ke tempat selanjutnya.

Gedung ketiga adalah titipan orang tua saya. Mereka minta kami untuk cek ke Gedung Lemhanas yang ada di Jalan Kebon Sirih. Sama seperti gedung-gedung sebelumnya, PIC gedung pernikahan tidak ada di tempat.

Sempat bete karena hari itu terasa sia-sia, apalagi kami berdua ambil cuti supaya bisa fokus cari gedung dalam satu hari full. Saya akhirnya inisiatif menanyakan nomor telepon PIC Gedung Lemhanas kepada penjaga koperasi yang berada di sebelah ruangan marketingnya.

Alhamdulillah, PIC-nya bisa ditelpon dan akan segera datang. Akhirnya ketemu juga dengan Ibu PIC-nya (saya lupa namanya hehehe). Dan dijelaskan biaya, kapasitas, dan juga diajak melihat tempatnya.

Saya belum pernah datang ke pernikahan di gedung ini. Ternyata pas lihat, gede banget hihihihi. Walaupun tidak pakai karpet, tapi kesannya mewah.

Gedung ketiga selesai, langsung menuju gedung terakhir yaitu, Langen Palikrama (Pegadaian, Jalan Kramat Raya).

Yang saya suka dari gedung ini adalah interiornya yang antik. Entah kenapa saya sebenernya kepengen mengadakan pesta di sini. Jadilah kami langsung menuju ruang marketing-nya.

Kesan saya tentang marketer yang ditemui di Langen Palikrama ini agak kurang semangat gitu. Jadilah kita yang harus banyak inisiatif tanya ini itu.

Tapi sebenarnya gedung ini sudah cukup profesional dengan memberikan brosur dengan informasi yang lengkap (harga, kapasitas, charge, dan lainnya). Bukan hanya itu saja, mereka punya katalog vendor catering, make-up, entertainment sendiri. Jadi kita tidak perlu lagi ambil brosur vendor satu-satu.

Lalu di dalam ruangan marketing-nya juga ada papan informasi tanggal-tanggal yang sudah terisi atau belum. Jadi wajar sih kalo marketer-nya cuma diem-diem aja. Mendinglah, daripada yang agresif gitu saya kurang suka hehehehe.

Oh iya, masih dalam rangka inisiatif sendiri. Jadi ceritanya kita ga dianterin tuh sama marketer-nya ke lokasi gedung. Tapi karena saya sudah pernah kesini beberapa kali, pede aja ajak Ndut masuk ke dalam gedung yang lokasinya di belakang.


Itulah gedung-gedung yang kami datangi. Selanjutnya didiskusikan dahulu dengan orang tua. Dan yang terpenting adalah menghitung jumlah tamu undangan yang akan datang supaya tahu kebutuhan gedung yang mana.

Tunggu cerita persiapan menikah saya di tulisan selanjutnya ya!

Advertisements

2 thoughts on “Mencari Gedung

Terima kasih telah membaca blog post ini. Silahkan meninggalkan pesan yang sopan dan tidak mengandung SARA. Komentar tidak sesuai dengan aturan dan juga menaruh link hidup akan dimoderasi.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s