Catering Pernikahan Jakarta

Mencari Catering Part 2

Halo semuanya. Minggu lalu masih galau gara-gara catering.

Tapi Alhamdulillah di minggu ini sudah ada sedikit titik terang nih.

Jadi ceritanya sejak Lebaran selesai, setiap minggu saya dan mama kerjaannya pergi dari satu acara test food ke test food lainnya. Karena keterbatasan perut, dalam sehari kami hanya bisa cobain maksimal 2 tempat. Itu pun seringnya cuma 1 tempat aja.

Kenapa? Rasanya gak enak bro kalo harus cobain makanan dalam keadaan perut kenyang. Dan habis makan di acara test food itu kenyang lho! Walaupun dua jam berikutnya udah laper lagi sih πŸ˜›

Sekarang saya akan share review catering yang kemarin saya kunjungi. Sebagian besar adalah yang saya datangi kembali karena bener-bener penasaran. Yuk kita baca informasinya.

ADINDA CATERING

Saya dan mama sekarang ganti strategi. Kami mendatangi tempat pernikahan dan baru mencoba makanan dari vendor yang mengisi di hari itu.

Kebetulan hari itu adalah Adinda Catering.

Kami datang sebelum acara dimulai dengan tujuan untuk melihat dekornya. Dan ternyata hasil dekornya sangat minimalis. I mean in a bad way.

Dari pintu depan tempat pernikahan saya sampai menuju ballroom itu berbentuk letter L yang cukup panjang. Namun dekorasi hari itu sangat minim sekali. Sehingga sisi kanan kiri sepanjang jalan kosong melompong.

Setelah dijelaskan oleh marketer Adinda Catering ternyata mempelai hari itu hanya memesan catering saja. Sedangkan untuk dekor, entertainment, dan lainnya dari vendor lain.

Okelah kalo begitu.

Lanjut ke rasa makanan. Saya bilang sih rasanya enak dan tidak ada komplain sama sekali.

Jadi mikir, kenapa semua rasanya enak-enak ya? πŸ˜€

Sayangnya saat kami lihat penawaran harga dari Adinda Catering harganya tidak masuk budget kami. Jadi di skip aja yaaa.

NENDIA PRIMARASA

Ini kedua kalinya saya mencoba Nendia Primarasa setelah sebelumnya kaget dengan tidak konsistennya rasa masakan mereka antara saat test food dan saat di dalam acara. Padahal saya mencobanya dalam waktu yang bersamaan.

Karena masih penasaran, kami datang lagi ke test food Nendia Primarasa. Kali ini mencoba makan langsung di dalam ruangan, kebetulan ada kawinan teman di sana.

Kali kedua pada yang samaaa.. haaa… wajib lebih teliti lagi. Jadi saya perhatikan baik-baik dan coba makanannya dengan penuh penghayatan. Eh, ternyata enak lho!

Trus pelayanannya juga baik. Gak ada tuh piring-piring kotor kelamaan di taro di meja. Bahkan pondokan Zuppa Soup-nya langsung ditambahin pas lihat makanannya sudah berkurang agak banyak.

Sepupu saya bilang, kalau enak sebaiknya ditanyakan kepada pihak catering siapa chef yang bertugas pada hari itu.

Saya perhatikan juga menu dari Nendia Primarasa kali ini lebih umum dan enak dibandingkan dengan menu yang dihadirkan oleh kawinan sepupu saya beberapa waktu yang lalu.

Bayangin aja, masa waktu itu ada pondokan burger?! Makeup eyke bisa ancur keleus harus mangap mulutnya biar masuk burger πŸ˜›

CHIKAL CATERING

Berbekal hunting review di wedding blog, akhirnya saya memutuskan untuk kembali test food di Chikal. Alasannya sih pertama karena harganya yang terjangkau banget!

Dan ternyata hasil review di tahun 2015 dan 2016 cukup memuaskan. Hanya ada satu dua komplain yang saya baca. Itu pun bukan karena makanan.

Komentar dari mama soal dekornya yang kurang bagus pun bisa saya tepis setelah membaca review tersebut. Kuncinya cuma satu sih kalo soal dekor (kalo menurut saya), venue-nya udah usang apa belum tampilannya?

Kalau udah agak lama dan gak kerawat emang kelihatan banget kumuhnya. Dekor pun gak menolong (kecuali dekornya nutupin semua dinding kumuh dan lantai kusamnya venue).

Akhirnya saya e-mail lagi marketer-nya dan tanya kapan ada jadwal test food. Ternyata ada di Gedung Bulog, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan pengalaman sebelumnya yang mencengangkan, kali ini suasana test food lebih rapi. Makanan banyak dan mejanya pun di dekor. Walaupun tetep sih kita cobainnya di luar ruangan, dimana kucing banyak lewat-lewat. Meoooong~

Kami bertemu dengan Mas Erik sekaligus konfirmasi penawaran yang diberikan. Saya kaget banget lho karena paketannya sudah termasuk:

  • Kebaya Ibu dan Ibu Mertua
  • Kebaya Among Tamu Wanita
  • Untuk baju akad nikah mempelai pria dan wanita disediakan namun dikenakan charge sekitar Rp 750.000,-

Rasanya jadi tambah seneng deh akhirnya gak perlu repot jahit kebaya lagi. Dan pastinya juga uangnya bisa kita pakai untuk pos lainnya.

Dan ini jarang lho ditemukan dalam paketan pernikahan lainnya! Berarti koleksi busana Chikal ini memang banyak.

Soal makanannya juga masih enak. Kemarin kami coba ikan dabu-dabu yang seger dan enak banget. Kayaknya saya mau ambil menu itu, karena kebetulan calon suami ada darah Manado πŸ™‚

Karena merasa tambah sreg dengan Chikal, saya tanya ke Mas Erik bagaimana proses booking-nya? Katanya kami bisa deal dengan pemiliknya, Ibu Sri.

Namun Ibu Sri ini hanya ada di kantor dan hanya bisa ditemui pada hari Senin-Jumat.

Karena sudah hampir 80% yakin saya berniat untuk ambil cuti agar bisa ke kantornya dan bertemu dengan Ibu Sri.

Cerita selanjutnya dengan Chikal akan saya sambung di post berikutnya ya!


Alhamdulillah ada sedikit sinar terang tentang catering. Mudah-mudahan lancar dan pilihannya tepat.

Doakan ya teman-teman πŸ™‚

Advertisements

One thought on “Mencari Catering Part 2

Terima kasih telah membaca blog post ini. Silahkan meninggalkan pesan yang sopan dan tidak mengandung SARA. Komentar tidak sesuai dengan aturan dan juga menaruh link hidup akan dimoderasi.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s