Cerita Kehamilan

Sudah Hamil?

Akhirnya bisa nulis lagi di sini. Belakangan lagi sibuk banget dan banyak hal yang dipikirin.

Update sedikit ya, per tanggal 22 Juni 2017 kemarin saya resmi resign dari kantor tempat saya bekerja selama 3 tahun 7 bulan.

Alasannya apa? Banyak hal sih. Cuma salah satunya saya pengen fokus punya anak.

Well, sebenernya sih dari semenjak nikah saya kepengen banget punya anak. Cuma gak mau maksa buru-buru. Sedikasihnya aja sama Tuhan. Eh, lama-lama kok keterusan “kosong” dan saya berkali-kali diingatkan oleh mama dan mama mertua.

Mereka berdua itu ngebetnya udah keterlaluan. Emang udah dasarnya blak-blakan, kadang kalau tau saya sedang mens bisa lho bilang, “Aduh mens lagi, kapan mama punya cucunya nih?”. Lalu saya baper…..

Gak cuma sekedar ngomong doang, mereka pun sudah mulai merayu untuk melakukan beberapa hal. Seperti mama saya yang repot ngebujuk saya supaya mau diajak ke tukang urut. Belum lagi dapet kiriman kurma muda dari sepupu yang Lebaran kemarin abis Umroh.

Dan saya baru tau kalo ternyata kurma muda itu rasanya sepet! 😥

Pertama kali makan, saya langsung muntah. Sekarang cara makannya adalah saya gigit kulitnya, tapi gak ditelan. Setelah botak, baru saya gigit dagingnya.

Hikss… Kenapa sih gini banget?

Jujur saya sedih sekali kenapa semua orang repot ngurusin saya, sementara saya sendiri masih kekeuh untuk bisa hamil secara normal minimal sampai setahun pernikahan.

Memang sih sekarang sudah masuk bulan kesembilan, dan umur saya pun semakin bertambah. Tapi bukan berarti saya juga gak mau punya anak.

Kadang merasa berdosa karena saya sudah ditahap defensif dan cenderung menyerang orang-orang yang menanyakan kapan saya punya anak? Helloooow, siapa juga yang tau kapan punya anaknya?!

Belom lagi banyak teman-teman yang menikahnya hampir bersamaan sudah mulai melahirkan. Bahkan ada yang baru menikah sebulan-dua bulan aja udah langsung pamer foto USG. 😥

Semua timeline sosial media dipenuhi dengan gambar dan video tingkah laku anak mereka. Siapa sih yang gak mau punya anak? Saya mau, tapi mungkin belum dipercaya oleh Yang Maha Kuasa.

Kalau sudah begini, sebenarnya saya pengen sekali bisa relaks dan menikmati hidup. Berpikir positif dan melakukan apa yang saya sukai. Namun terkadang support system itu belum sepenuhnya ada di dalam kehidupan saya. Mereka masih terus memaksa supaya apa yang mereka inginkan bisa terlaksana.

Tapi apa daya kalau Tuhan belum memberikan kuasa-Nya? Kita tidak bisa memaksa. Ya, kan?

Advertisements

2 thoughts on “Sudah Hamil?

  1. Mba,, i feel you…. Tetep semangat ya mbakk 😆😆😇😇 semoga segera dikaruniai keturunan soleh dan soleha… Sy 2.5tahun mbak masi menunggu..
    Kdg ‘iri’ kalo ada yg nikahnya kemarin bulan depannya uda tekdung masyaAlloh.. Moga qt dipermuda ya mbak

    Like

    • Terima kasih, Mbak. Semoga kita diberikan keturunan pada waktu yang indah ya. Dan di dalam waktu tunggu itu kita selalu diberikan pikiran yang positif yaaaa. Amien 🙂

      Like

Terima kasih telah membaca blog post ini. Silahkan meninggalkan pesan yang sopan dan tidak mengandung SARA. Komentar tidak sesuai dengan aturan dan juga menaruh link hidup akan dimoderasi.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s